Profesor Quraish Shihab, dalam kesempatan memberikan testimoni mengatakan, mengenai Profesor Huzaemah ketika masih di Kairo. Dua anaknya, yaitu Najela Shihab dan Najwa Shihab selalu dititip kepada Prof Huzaemah ketika itu.
“Kalau istri saya sedang penelitian di perpustakaan di Kairo, kami selalu menitip kedua anak itu kepada Profesor Huzaemah dan teman-temannya. Dan kami merasa aman kalau dititip kepada Profesor Huzaemah,” kenang Profesor Quraish Shihab.
Profesor Quraish Shihab mengakui, belum pernah ketemu ada perempuan di Indonesia yang alim seperti almarhumah Profesor Huzaemah. Pengetahuan perbandingan madzhab sangat luar biasa.
Almarhumah juga sukses di rumah tangga. Ketaatan pada suaminya dan sukses mendidik anaknya sampai menjadi seorang ilmuwan seperti sekarang.
“Maka Insya Allah, saya bersaksi, almarhumah akan makin surga dari pintu ‘alimah, karena beliau adalah seorang ilmuwan,” tutup Profesor Quraish Shihab.
Sementara itu, di takziyah dan tahlilan malam ke tujuh itu, dirangkaikan pula dengan penyerahan buku in memoriam Profesor Doktor Hj Huzaemah Tauhid Yanggo, yang berjudul: Cinta, Canda dan Mutiara Hikmah.
Buku setebal 500 halaman itu, rencananya akan diluncurkan pada tahlilan dan takziyah 100 hari wafatnya almarhumah Profesor Doktor Hj Huzaemah Tauhid Yanggo. Buku tersebut, berisi tentang testimoni, prestasi dan kenangan almarhumah. *

Tinggalkan Balasan