JAKARTA, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026 sore. Dengan begitu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kini didampingi dua wakil menteri, yakni Muhammad Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet.
Alim dikenal memiliki latar belakang akademik di bidang pertanian. Sebelum ditunjuk menjadi Wamentan, ia menjabat sebagai Rektor IPB University. Belum diketahui bagaimana status jabatan Alim di perguruan tinggi tersebut setelah masuk ke jajaran pemerintahan.
Alim Setiawan Slamet lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 27 Februari 1982. Berdasarkan informasi di situs resmi IPB University, ia memulai karier akademiknya sebagai dosen di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.
Bidang keahliannya meliputi manajemen strategis, riset operasional, manajemen rantai pasok, dan pemasaran agrikultur.
Alim menempuh pendidikan sarjana dan magister pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University. Ia kemudian meraih gelar doktor di bidang Agribusiness and Agricultural Economics dari United Graduate School of Agricultural Sciences, Ehime University, Jepang.
Selama berkarier di IPB, Alim pernah menjabat sebagai Asisten Rektor pada 2007–2013 dan Kepala Kantor Sekretariat Rektor pada 2013–2014. Ia juga pernah menjadi Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier pada 2018–2023, sebelum menjabat Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur pada 2023–2025.
Sementara itu, Wamentan Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, dua wakil menteri di Kementerian Pertanian memiliki bidang tugas yang berbeda. Namun, ia belum merinci pembagian tugas antara dirinya dan Alim Setiawan Slamet.
“Ya, ada dua wamentan dengan tugas yang berbeda,” kata Wamentan Saleh Mustafa kepada kaidah.id melalui pesan WhatsApp, Kamis sore.
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran Saleh Mustafa, yang memiliki latar belakang militer dan pernah bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal serta mempercepat pelaksanaan program strategis pertanian.
Amran menegaskan, seluruh jajaran Kementerian Pertanian harus meningkatkan kecepatan kerja untuk menjalankan program pembangunan pertanian sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau itu Kopassus. Jadi, kalau sebelumnya speed-nya 150, sekarang menjadi 200. Kita harus lebih cepat lagi, sesuai perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.
Menurut Amran, tantangan sektor pertanian membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, seluruh jajaran Kementan diminta menjaga ritme kerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program berjalan cepat dan berkelanjutan.
Ia optimistis, kehadiran Saleh dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong percepatan program strategis, khususnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Saleh Mustafa juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Bersama Amran dan seluruh pemangku kepentingan, ia akan mendorong percepatan berbagai program pertanian, mulai dari pembukaan lahan, peningkatan produksi, penguatan teknologi, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
“Ini merupakan tugas negara yang harus kita laksanakan. Presiden sudah memberikan arahan kepada Pak Mentan dan saya. Selanjutnya, kita tinggal menjalankan arahan tersebut bersama-sama,” tutur Saleh.
Ia menambahkan, pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga petani.
Dengan bergabungnya Alim Setiawan Slamet sebagai Wamentan, Kementerian Pertanian kini memiliki dua wakil menteri untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pertanian. Pembagian tugas keduanya diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat pencapaian target pembangunan pertanian nasional. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan