Rabu, 24 Juli 2024

Ahmad Ali Ajak Para Dermawan Memakmurkan Umat Lewat Masjid

MUSDA DMI - Ketua DMI Sulteng, Ahmad M. Ali saat membuka Musda DMI Kabupaten Donggala, Ahad, 24 April 2022 | Foto: Ochan/Kaidah

PALU, KAIDAH.ID – Pimpinan Wilayah Pengurus Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sulawesi Tengah, mengajak para dermawan bersama-sama DMI membangun kemakmuran berbasis masjid.

“DMI membuka diri dan siap bekerja sama dengan siapapun dan elemen apapun, dalam rangka memakmurkan umat/masyarakat,” kata Ketua Umum PW DMI Provinsi Sulteng Ahmad M Ali, di Palu, Ahad 24 April 2022 sore.

DMI, kata Ahmad Ali, merupakan satu wadah yang di dalamnya terdiri dari berbagai komponen dan elemen masyarakat dengan latar belakang yang beragam, namun tujuannya satu, yaitu mengabdi kepada umat.

Karena itu, Ahmad Ali mengajak para dermawan dan pemerintah di Sulteng, agar bersama-sama DMI menggencarkan pembangunan kesejahteraan atau memakmurkan masyarakat lewat pengembangan fungsi masjid.

“Kita berharap para dermawan berbuat baik dengan hartanya, dan para penguasa/pejabat atau pemerintah berbuat baik dengan kekuasaannya,” ucapnya saat membuka Musda DMI Donggala, Ahad sore.

DMI memiliki visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Lewat visi ini, kata Ahmad Ali, DMI Sulteng berupaya menjadikan masjid sebagai pusat perubahan dengan melakukan pengembangan fungsi masjid.

Ahmad Ali berkata, masjid selain berfungsi sebagai sarana ibadah, juga menjadi sentral pendidikan, penelitian dan pengkajian, serta memiliki fungsi pemberdayaan untuk pengembangan ekonomi umat.

Saat ini, DMI Sulteng, sebut dia, telah menyusun konsep pemberdayaan ekonomi umat yang diberi nama Masjid Mart.

“Pasar-pasar yang ada di luar masjid dikuasai oleh berbagai perusahaan, seperti Alfamidi, BNS dan sebagainya, umat Islam menjadi marketnya. Nah, pasar ini yang kita pindahkan ke halaman masjid,” ujarnya.

“Tentu hal ini bukanlah pekerjaan mudah bagi DMI, sehingga DMI membutuhkan kerja sama multi pihak dengan satu tujuan memakmurkan umat,” ucapnya.

Di samping itu, DMI, menurut dia, juga membutuhkan pengurus yang siap mengabdikan dirinya untuk mengurus umat. Hal itu karena DMI tidak hanya mengurus fisik masjid, tetapi juga mengurus pegawai syara dan sebagainya. (*)