Kamis, 29 Februari 2024

Muktamar Alkhairaat Dibuka Menkopolhukam, Ditutup Menag

Panitia Pelaksana dan Panitia Pengarah Muktamar Besar ke 11 Alkhairaat saat konferensi pers, Rabu, 20 September 2023 | Foto: panitia muktamar

PALU, KAIDAH.ID – Menkopolhukam Mahfud MD, berencana membuka Muktamar Besar ke 11 Alkhairaat di Pondok Pesantren Alkhairaat MAdinatul Ilmi, Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, 27 September 2023 nanti.

Panitia Pengarah Muktamar Besar Alkhairaat Jamaluddin mariadjang menjelaskan, saat ini panitia terus melakukan persiapan teknis untuk perhelatan tersebut.

“Panitia sedang menyiapkan semua hal teknis, mulai dari akomodasi peserta hingga urusan lainnya,” kata Jamaluddin Mariadjang dalam konferensi pers, Rabu, 20 September 2023.

Dia mengatakan, Muktamar Besar ke 11 Alkhairaat telah tertunda selama dua tahun, karena pandemi Covid-19.

Lantaran itu, pelaksanaan Muktamar Alkhairaat harus tetap dilaksanakan, walaupun masih ada pihak pihak yang menolaknya.

“Muktamar merupakan mandat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi (AD-ART),” katanya.

Dia menjelaskan, pada Pasal 26 di AD/ART yang mengatur pelaksaan Muktamar. Alkhairaat juga adalah bagian dari organisasi kemasyarakatan (ormas), yang payung hukumnya adalah Undang-Undang Keormasan Pasal 30.

“penyelenggaraan organisasi harus sesuai aturan dalam UU tersebut,” imbuhnya.

Maka, kata dia, apapun yang terjadi, sesuai undang-undang dan AD/ART Perhimpunan Alkhairaat, muktamar harus dilaksanakan.

PENUTUPAN OLEH MENAG

Muktamar Besa ke 11 Alkhairaat akan berlangsung hingga 30 September 2023. Menurut Jamaluddin Mariadjang, Menteri Agama Yaqul Cholis Qoumas (Gus Yaqut) akan menutup acara tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan beliau untuk menutup. Juga dengan sejumlah menteri untuk memberikan gagasannya pada saat pelaksaan Muktamar,” sebutnya.

Terkait penolakan beberapa pihak, Ketua Panitia Pengarah Husen Habibu menegasakan, Muktamar Besar Alkhairaat adalah mandat AD/ART dan mandat undang-undang.

“Kami mengajak kita semua untuk menjaga kondusivitas muktamar,” imbaunya.

Husen Habibu menambahkan, abnaul khairaat agar tetap menjaga khittah Guru Tua dan marwah Alkhairat.

“Mari kita Menghindari orang orang yang merusak nama Alkhairat, karena Alkhairaat adalah aset negara dan masyarakat,” katanya. (*)