Menilik Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Selama Kepemimpin Longki Djanggola

  • Bagikan
Ilutrasi kalimat pamitan Gubernur Longki Djanggola yang mengakhiri masa jabatannya pada 16 Juni 2021 | Foto: Jafar G. Bua

HARI INI, 16 JUNI 2021, Longki Djanggola mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Dua periode menjabat, 2011 – 2016 dan 2016 – 2021, bukanlah waktu yang singkat. Banyak sudah karya yang ditorehkan untuk provinsi ini.

Sederet penghargaan selama memimpin Sulawesi Tengah, tak terbilang banyaknya. Penghargaan yang diterima bukan dengan cara dibeli, tetapi memang karena prestasinya yang tak terbilang.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang meningkat dari tahun ke tahun, menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Magau Djanggola itu.

Mari kita simak keberhasilan Longki Djanggola selama 10 tahun memimpin Sulawesi Tengah, khususnya pada pertumbuhan ekonomi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah. Berikut datanya:

  1. Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2012 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 9,27 persen terhadap tahun 2011. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 naik dari 19.237 miliar tahun 2011 menjadi Rp21.019 miliar tahun 2012. Seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif.
  2. Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2013, yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 9,38 persen terhadap tahun 2012. Nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2013 mencapai Rp  22.979  miliar, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp21.008 miliar. Nilai PDRB Sulawesi Tengah pada tahun 2013 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 58.641 miliar, sedangkan pada tahun 2012 yang lalu mencapai  Rp 51.106  miliar atau naik sebesar Rp 7.535  miliar.
  3. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan III/2014 mencapai 3,48 persen (q to q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2013 mengalami pertumbuhan 6,58 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi triwulan I-III tahun 2014 apabila dibandingkan dengan Triwulan I-III tahun 2013 mencapai  4,45  persen (c to c). Nilai PDRB Triwulan III/2014 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 16.757 miliar, dan atas harga konstan 2000 mencapai Rp 6.117  miliar.
  4. Perekonomian Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2015 mencapai Rp 28.988 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22.257 miliar.
  5. Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2015 terhadap tahun 2014 (c-to-c) tumbuh 15,56 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 89,99 persen, adapun dari sisi pengeluaran terjadi pada komponen Impor yang tumbuh 281,67 persen.
  6. Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2016 tumbuh 9,98 persen, mengalami perlambatan dibanding tahun 2015 sebesar 15,52 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 35,12 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Luar Negeri.
  7. Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2017 (c-to-c) tumbuh 7,14 persen, melambat dibandingkan tahun 2016 sebesar 9,98 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,18 persen.
  8. Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 (c-to-c) tumbuh 6,30 persen, melambat dibandingkan tahun 2017 sebesar 7,10 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,37 persen.
  9. Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah triwulan II-2019 tumbuh 6,62 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan II-2018 (y-on-y) yang sebesar 6,20 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial sebesar 19,11 persen.
  10. Ekonomi Sulteng triwulan III 2020 tumbuh 2,82% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2020, yakni -0,06% (yoy). Dari sisi sektoral, meningkatnya perekonomian Sulteng disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, pertanian dan relatif membaiknya perkembangan sektor lainnya.
  11. Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I tahun 2021 jika dibandingkan triwulan I tahun 2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,26 persen melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,88 persen.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang terus meningkat itu, menurut Menteri Perdagagan M. Lutfi, telah menyelamatkan wajah Indonesia di mata internasional. Bagaimana tidak, di tengah masa pandemi Covid-19, ekonomi dunia terjun bebas, tetapi ekonomi Indonesia justru meningkat

Peningkatan ekonomi itu ditandai dengan adanya ekspor Selama April 2021. Nilai Ekspor Sulawesi Tengah sebesar US$ 956,58 Juta didominasi pada sektor pertambangan nikel.

Tetapi di hadapan Menteri Perdagangan, Gubernur Longki mengatakan tidak berbangga dengan tingginya nilai ekspor itu, sebab yang kembali ke Sulteng tidak sesuai harapan.

“Dana bagi hasil tidak sesuai kenyataan. Sudah begitu, kita harus mengemis ke pemerintah pusat. Begitu diberikan, malah dicicil. Ini yang harus dibenai,” kata Longki Djanggola. (ochan)

  • Bagikan