
Status Sosial
Setiap bentuk, warna dan ragam rias kain dari kayu ivo itu juga memiliki makna dan menggambarkan status sosial para pemakainya. Bentuk-bentuk hasil kerajinan pakaian yang mengandung arti tidak terlalu penting, khususnya pada blus, tetapi sangat berpengaruh pada bentuk rok. Rok yang bersusun tiga misalnya mengandung makna tentang silsilah atau keturunan.
Susunan pertama bermakna atau melambangkan Maradika atau Bangsawan. Susunan kedua melambangkan Totua Ngata atau tokoh masyarakat. Susunan ketiga melambangkan Todea atau masyarakat umum.
Warna-warna pada pakaian kulit kayu memberi makna yang merupakan lambang-lambang yang nyata pada masyarakat Pandere. Warna kuning melambangkan kebesaran, warna hijau melambangkan kesuburan lingkungan alam, warna merah melambangkan keberanian atau kepahlawanan, warna hitam melambangkan kedukaan atau berkabung, warna putih melambangkan kesucian.
Dari sisi ragam, gampiri melambangkan kekayaan akan hasil pertanian pada daerah itu. Ragam rias kepala kerbau melambangkan kepahlawanan Pandere, yang dinyatakan dalam mempertahankan diri dari para penjajah. Dan Ragam hias tumpal melambangkan atau memberi makna kebesaran masyarakat Pandere dalam silsilah keturunannya.*

Tinggalkan Balasan