Rekam jejak itu, membuat nama Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa terus diperhitungkan sebagai salah satu figur, yang layak masuk dalam bursa calon KSAD

NAMA Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menguat dalam bursa calon Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Rekam jejaknya dinilai lengkap. Pengalamannya juga panjang.

Ia lahir di Ternate pada 14 Maret 1969. Muhammad Saleh Mustafa merupakan lulusan Akademi Militer 1991. Ia juga alumni SMA Negeri 1 Ternate. Sejak awal karier, ia mengabdi di kecabangan Infanteri Kopassus.

Karier militernya berkembang konsisten. Berbagai jabatan strategis pernah diemban. Mulai dari satuan tempur hingga posisi penting di tingkat pusat.

Sejak 15 Agustus 2025, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Sebelumnya, ia menjabat Inspektur Jenderal TNI.

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Ia menjadi Pangkostrad kedua yang diangkat dari jabatan Kepala Staf Kostrad.

Sebelumnya, catatan itu hanya dimiliki Letjen TNI (Purn.) Kemal Idris pada periode 1967-1969. Saleh menjabat Kepala Staf Kostrad sekitar empat bulan sebelum dipercaya memimpin Kostrad.

Di luar dunia kemiliteran, Saleh juga dikenal sebagai penulis. Pada 8 Oktober 2016, ia meluncurkan buku berjudul “Menuai Damai di Tanah Poso”. Buku itu mengangkat nilai-nilai adat dan budaya lokal. Menurutnya, kearifan lokal dapat menjadi fondasi perdamaian. Nilai-nilai itu juga dapat mendorong pengembangan pariwisata.

Perjalanan kariernya menunjukkan pengalaman yang luas. Penugasannya mencakup bidang operasional, pengawasan, dan kepemimpinan.

Rekam jejak itu, membuat nama Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa terus diperhitungkan sebagai salah satu figur, yang layak masuk dalam bursa calon KSAD. (*)

(Ruslan Sangadji)