Pentas seni ini adalah bahasa empati kita, menyuarakan kebersamaan dan rasa persaudaraan yang tidak akan pernah dipisahkan oleh bencana. Kita tidak boleh acuh. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan
JAKARTA, KAIDAH.ID – Ikatan Wanita Sulawesi Tengah (IWASTAH) berhasil menggalang dana sebesar Rp105 juta melalui Pentas Seni Bencana Sigi, yang digelar di Restoran Assyiik, Cipayung Timur, Jakarta Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Acara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kepedulian terhadap para korban bencana juga ditunjukkan oleh seluruh artis yang tampil. Mereka secara sukarela mengisi acara tanpa menerima bayaran, sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.
Sejumlah seniman yang tampil di antaranya harpanis perempuan pertama Indonesia Ussy Pieters, penyanyi jazz legendaris Ermy Kulit, penyanyi era 80-an Vony Sumlang, vokalis New The Mercy’s Ote Abadi, Lew Voice, Oma Rette, Palu Music Community serta sejumlah penyanyi lainnya.
Ketua Panitia Pentas Seni IWASTAH, Ny. Iyan Riswan Lalusu, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat untuk menyatukan kepedulian warga Sulawesi Tengah di perantauan, terhadap saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah.
“Menyatukan hati dan kepedulian untuk warga Sulawesi Tengah yang ditimpa bencana. Meskipun raga kita berada ribuan kilometer jauhnya, hati kita tetap bersama Sulawesi Tengah. Pentas seni ini adalah bahasa empati kita, menyuarakan kebersamaan dan rasa persaudaraan yang tidak akan pernah dipisahkan oleh bencana. Kita tidak boleh acuh. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” kata Iyan Lalusu.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah di perantauan untuk terus menjaga semangat gotong royong dan saling membantu.
“Mari kita tunjukkan bahwa warga Sulawesi Tengah di perantauan tetaplah bersaudara.” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IWASTAH, Ny. Febe Rahmawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, terutama para seniman yang rela tampil tanpa honor serta para donatur yang telah menunjukkan kepeduliannya.
“Alhamdulillah, semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini sungguh luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh artis yang tampil tanpa mengharapkan imbalan,. Para donatur, panitia, dan semua pihak yang telah bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita di Sigi. Dana yang terkumpul bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian dan rasa persaudaraan masyarakat Sulawesi Tengah tidak pernah luntur, di mana pun kita berada,” kata Febe Rahmawati.
Febe mengatakan, bantuan yang terkumpul akan segera disalurkan, dan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali.
Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan dalam Pentas Seni Bencana Sigi, menjadi bukti bahwa warga Sulawesi Tengah di perantauan tetap memiliki ikatan yang kuat dengan kampung halaman, dan siap hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Sebagai penggagas kegiatan, Ny. Fauzia Abdullah mengatakan, Pentas Seni Bencana Sigi lahir dari keinginan untuk menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang tengah dilanda musibah.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan melalui langkah konkret, sekecil apa pun bentuknya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan