PALU, KAIDAH.ID – Komunitas Resonara menggelar diskusi bertajuk “Ngaji Keperempuanan” dengan tema Peran dan Tantangan Perempuan di Ruang Publik dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Senin, 9 Maret 2026 malam.
Ngaji Keperempuanan yang dimulai pukul 22.00 WITA itu, menghadirkan anggota DPRD Kota Palu, Mutmainnah Korona, dan Sekretaris LKP3A Fatayat NU Sulawesi Tengah, Sri Wulandari Mamonto serta dihadiri sejumlah mahasiswa.
Sri Wulandari Mamonto mengatakan ruang publik, tidak hanya berada di luar kampus, tetapi juga di lingkungan akademik, termasuk organisasi mahasiswa. Menurutnya, aktivitas mahasiswa dalam organisasi merupakan bagian dari partisipasi di ruang publik.
“Ketika kalian aktif dalam organisasi dan berinteraksi dengan banyak orang, itu berarti kalian sudah terlibat di ruang publik, meskipun skalanya masih kecil,” katanya.
Ia menjelaskan, ruang publik memiliki dimensi sosial, politik, dan ekonomi yang memungkinkan perempuan berperan dalam proses pengambilan keputusan. Namun, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stereotipe hingga marginalisasi.
Sri Wulandari juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Tengah pada 2025. Ia menyebut, beberapa daerah dengan angka kasus cukup tinggi di antaranya Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu.
Sementara itu, Mutmainnah Korona menilai tantangan perempuan di ruang publik, khususnya di ranah politik, tidak hanya berasal dari budaya patriarki tetapi juga sistem politik yang cenderung pragmatis.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan perempuan, sering kali tidak menjadi pertimbangan utama, karena masyarakat masih terjebak pada praktik politik uang maupun manipulasi citra.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus. Menanggapi hal tersebut, Mutmainnah menegaskan pentingnya proses verifikasi terhadap setiap laporan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun fitnah.
Diskusi berlangsung interaktif dan menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang pengambilan keputusan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kebijakan publik. (*)
(Moch. Subarkah)

Tinggalkan Balasan