PALU, KAIDAH.ID – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), KH. Zainal Abidin, mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang berpotensi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitr 1447 Hijriah.
Nyepi diketahui jatuh pada 19 Maret 2026. Tanggal tersebut berpotensi beriringan dengan malam takbiran apabila pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 20 Maret 2026.
Guru Besar UIN Datokarama Palu ini menyatakan pentingnya menjaga suasana aman, tertib, dan kondusif di tengah momentum dua hari besar keagamaan tersebut.
“Dalam rangka perayaan Idul fitri 1447 Hijriah yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, saya mengajak kita semua mewujudkan kedamaian, ketertiban, dan toleransi antarumat beragama,” kata Profesor Zainal Abidin, Senin, 16 Maret 2026.
Ketua MUI Kota Palu ini menuturkan, sikap saling menghormati menjadi kunci, agar umat Hindu dapat menjalankan Nyepi dengan khusyuk, sementara umat Islam tetap merayakan malam takbiran secara tertib.
Menurut dia, masyarakat perlu menjaga kebersamaan agar pelaksanaan ibadah kedua perayaan tersebut dapat berlangsung aman dan lancar.
“Kiranya kita semua dapat bersama-sama menjaga kebersamaan sehingga pelaksanaan ibadah Hari Raya Nyepi dan perayaan Idul Fitri, khususnya dalam penyelenggaraan takbir pada malam hari raya, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
KH Zainal Abidin menegaskan, setiap pemeluk agama memiliki hak untuk menjalankan ajaran agamanya, sesuai keyakinan masing-masing tanpa gangguan dari pihak lain.
Ia juga mengingatkan, nilai kedamaian merupakan inti dari seluruh ajaran agama, sehingga segala bentuk ajakan permusuhan tidak sejalan dengan nilai tersebut.
“Damai adalah pesan inti dari semua ajaran agama. Jika ada orang yang menyerukan permusuhan dan pertikaian, maka itu sudah pasti bukan bagian dari ajaran agama,” katanya.
Ia berharap perayaan Idul Fitri yang berdekatan dengan Nyepi tahun ini dapat berlangsung aman dan sukses di Sulawesi Tengah. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan