SIGI, KAIDAH.ID – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Longki Djanggola, meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu, 29 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPR RI F
Dapil Sulteng itu diterima Kepala SPPG Kabobona, Muhammad Ibrahim. Peninjauan dilakukan guna memastikan pengelolaan dapur MBG berjalan sesuai standar sanitasi lingkungan dan kesehatan.

Longki menegaskan, program MBG telah memberikan manfaat luas, terutama bagi kalangan siswa. Meski demikian, ia mengingatkan agar kualitas pengelolaan tetap dijaga secara konsisten.

“Program ini sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak. Namun, pengelolaan SPPG harus terus diperhatikan, mulai dari sanitasi lingkungan, kelayakan bahan baku dari sisi kesehatan, hingga aspek lainnya, agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Ibrahim menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Longki menjadi motivasi bagi para pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, pihak SPPG selama ini aktif berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga evaluasi pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Dalam rangkaian kunjungan, Longki juga meninjau kegiatan di SMP IT Insan Gemilang di Desa Lolu. Ia mengimbau pihak sekolah agar menyampaikan langsung kepada pengelola SPPG jika menemukan makanan yang tidak layak atau tidak sesuai.

“Jika ada makanan yang tidak layak atau kurang sesuai, agar disampaikan melalui kepala sekolah kepada pengelola SPPG. Jangan cuma disampaikan di media sosial atau koar-koar di luar, supaya bila ada masalah apapun dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pihak sekolah menilai kunjungan tersebut dapat memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas layanan program MBG di wilayah Sulawesi Tengah. Mereka juga berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya telah dirasakan oleh para siswa. (*)

(Ruslan Sangadji)