JAKARTA, KAIDAH.ID – Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI) menghibahkan lahan seluas 62.966 meter persegi atau hampir 6,3 hektare kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang. Penyerahan aset negara tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, mengatakan penyerahan lahan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, yang telah direncanakan sejak lama bersama Kementerian Sosial.

“Kegiatan ini sudah lama kami rencanakan bersama dengan Pak Menteri Sosial dalam rangka mendukung program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud untuk melakukan kolaborasi lintas kementerian, berupa penyerahan sertipikat tanah Kemenkum kepada Kemensos ,untuk dimanfaatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang,” kata Supratman Andi Agtas dalam acara Serah Terima Sertipikat Tanah dari Kemenkum kepada Kemensos di Graha Pengayoman, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Menteri Supratman, lahan yang telah diserahterimakan tersebut, diharapkan dapat mempercepat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menegaskan, Kemenkum juga membuka peluang pemanfaatan aset negara lainnya, untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Karena ini merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, maka apabila masih ada lahan lain yang dimiliki Kemenkum, akan kami serahkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah,” katanya.

AKAN MENGHBAHKAN JUGA LAHAN DI SULTENG

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik penyerahan lahan tersebut. Menurutnya, dukungan Kemenkum sangat membantu percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, terutama di tengah kebutuhan lahan yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

“Terima kasih kepada Pak Menteri Hukum, yang telah menginisiasi penyerahan sebagian tanah milik Kemenkum untuk dimanfaatkan bagi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Beliau juga akan memberikan tanah dan bangunan yang nantinya dapat digunakan untuk proses pembelajaran Sekolah Rakyat di Sulawesi Tengah,” kata Mensos.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu mengungkapkan,  inisiatif penyerahan lahan tersebut telah disampaikan Supratman sejak setahun lalu, bahkan sebelum adanya permintaan resmi dari Kemensos.

“Beliau sejak awal sudah menyampaikan sebelum kami minta. Alhamdulillah, hari ini akhirnya diserahkan. Ini sungguh sesuatu yang berarti, karena kita masih membutuhkan tanah dalam pembangunan Sekolah Rakyat,” katanya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Untuk diketahui, pemerintah telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program pendidikan berasrama gratis ini, dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar mereka memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.

Setiap Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa mulai dari jenjang SD hingga SMK. Hingga saat ini, belasan ribu anak dari keluarga desil 1 dan 2 telah merasakan manfaat program tersebut.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan kapasitas mencapai 500 ribu peserta didik di seluruh Indonesia. Di tengah target besar itu, inisiatif yang datang dari kepedulian pribadi seperti yang dilakukan Supratman Andi Agtas, menjadi pengingat bahwa membangun pendidikan tidak selalu dimulai dari angka-angka dalam APBN, tetapi bisa berawal dari kepedulian dan tekad untuk memberi kesempatan yang lebih baik bagi generasi masa depan. (*)

(Ruslan Sangadji)