MOROWALI, KAIDAH.ID – Berbagai penghargaan kepada tenant berprestasi dan inovator lingkungan, mewarnai malam apresiasi yang digelar PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Ballroom Hotel Grand Aurel, Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu, 20 Juni 206 malam.
Pada kesempatan tersebut, IMIP mengumumkan para pemenang berbagai kompetisi yang diikuti tenant-tenant di kawasan industri terintegrasi berbasis nikel tersebut.
Untuk kategori Ruang Terbuka Hijau (RTH), juara berhasil diraih PT HYNC. Sementara lomba daur ulang sampah dimenangkan oleh PT IMIP Team-B. Tim Jetty Produksi tampil sebagai juara pertama lomba cerdas cermat, sedangkan kompetisi melukis dimenangkan delegasi PT CSI.
IMIP juga memberikan penghargaan kepada tenant yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan aspek pengelolaan udara diberikan kepada PT WNII, aspek pengelolaan air diraih PT IRNC, sementara kategori pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dimenangkan PT DSI.
HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL
Selain penghargaan bagi tenant, malam apresiasi tersebut juga menjadi ajang pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang diselenggarakan IMIP.
Tim dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) berhasil meraih juara pertama melalui gagasan pemanfaatan tanaman alga, untuk mengurangi dampak pemanasan yang ditimbulkan aktivitas konstruksi dan infrastruktur di kawasan industri.
Environmental Sustainability Director PT IMIP, Dermawati S., mengatakan karya-karya yang masuk dalam LKTI tahun ini, menghadirkan gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan global saat ini.
“Materi LKTI tahun ini yang dihadirkan para peserta cukup kekinian, dan ini dapat menjawab isu-isu yang ada secara global,” ujarnya.
Salah seorang anggota tim UTY, Alles, menjelaskan, inovasi yang mereka tawarkan berangkat dari tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan berbagai aktivitas industri.
“Dalam konteks industri global, banyak sekali permasalahan tentang isu kesehatan, suhu, emisi dan lainnya. Sehingga sangat penting untuk diteliti dan diberikan solusi,” katanya.
Anggota tim lainnya, Novi, menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan alga memiliki potensi besar dalam membantu menanggulangi dampak lingkungan akibat aktivitas industri.
Menurut mereka, IMIP memiliki peluang besar menjadi katalisator penerapan konsep Algaterra Biomodul sebagai Green Living Industry yang mampu menciptakan kawasan industri lebih sejuk, produktif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Penghargaan dan apresiasi tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 yang mengusung tema Shaping the Future with Green Industry. Melalui kegiatan itu, IMIP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan praktik industri hijau yang berkelanjutan. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan