Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid
MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), meningkatkan kuota penerima Program Beasiswa IMIP Bersinergi menjadi 45 mahasiswa pada 2026. Selain itu, nilai bantuan pendidikan juga naik dari Rp3 juta menjadi Rp5 juta per semester. Beasiswa tersebut sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowal, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Deputy Manager CSR Department PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, mengatakan program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di sekitar kawasan industri.
“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Bahodopi. Harapannya, agar mereka memiliki daya saing yang lebih baik, mampu berkembang secara profesional, dan nantinya dapat berkontribusi di berbagai sektor, termasuk di kawasan industri IMIP,” kata Laurencia, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pada tiga angkatan pertama program, sebanyak 25 mahasiswa menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta setiap semester. Memasuki angkatan keempat pada 2026, IMIP tidak hanya menambah jumlah penerima menjadi 45 mahasiswa, tetapi juga meningkatkan nilai bantuan menjadi Rp5 juta per semester. Bantuan tersebut mulai diberikan sejak mahasiswa memasuki semester kedua.
Menurut Laurencia, peningkatan program dilakukan sebagai investasi jangka panjang, dalam membangun SDM lokal yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri. Keberhasilan hilirisasi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing.
Program Beasiswa IMIP Bersinergi diperuntukkan bagi mahasiswa asli Kecamatan Bahodopi yang berasal dari 12 desa di sekitar kawasan industri IMIP. Calon penerima wajib memiliki KTP Bahodopi, berstatus mahasiswa aktif, memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik.
Dalam proses seleksi, IMIP bekerja sama dengan pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, serta paguyuban mahasiswa di Palu, Kendari, Makassar, dan Yogyakarta. Seleksi dilakukan melalui verifikasi administrasi dan wawancara, untuk memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.
“Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid,” tutur Laurencia.
Berkesempatan Ikut Proses Rekrutmen di IMIP
Tak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, IMIP juga menyiapkan program pengembangan kapasitas bagi para penerima beasiswa. Mereka akan mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi, pengembangan kemampuan komunikasi, hingga pembekalan dunia kerja agar siap menghadapi kebutuhan industri setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, lulusan penerima beasiswa juga berkesempatan mengikuti proses rekrutmen di lingkungan IMIP sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Laurencia menilai tantangan pengembangan SDM lokal masih cukup besar. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan pendidikan sejak dini, agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, IMIP berencana terus memperkuat Program Beasiswa IMIP Bersinergi melalui penambahan kuota penerima, peningkatan nilai bantuan pendidikan, serta sinkronisasi data bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda Morowali yang berkualitas, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan industri nasional.
“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mempersiapkan SDM lokal yang unggul, perusahaan berharap manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Morowali menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” tutup Laurencia. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan