Sistem tersebut akan mendeteksi identitas dan status kepesertaan setiap orang. Bukan hanya saat registrasi. Keberadaan peserta selama muktamar juga dapat dipantau, termasuk lokasi serta forum atau persidangan yang diikuti.

JOMBANG, KAIDAH.ID – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), menyiapkan sistem berbasis chip dan artificial intelligence (AI) untuk mengelola peserta. Sistem chip dan AI itu dikembangkan oleh tim santri yang dipimpin Gus Robin.

Teknologi tersebut digunakan, untuk memastikan seluruh peserta yang hadir benar-benar sesuai dengan daftar peserta tetap (DPT) yang telah ditetapkan.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya menghadirkan muktamar yang tertib, akurat, dan terukur.

Sistem tersebut akan mendeteksi identitas dan status kepesertaan setiap orang. Bukan hanya saat registrasi. Keberadaan peserta selama muktamar juga dapat dipantau, termasuk lokasi serta forum atau persidangan yang diikuti.

“Datanya sudah ada, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus yang menjadi peserta juga semuanya sudah tertera dengan jelas. Dengan begitu, diharapkan tidak ada peserta susupan, tidak ada peserta pengganti. Semuanya adalah peserta yang benar-benar memenuhi syarat,” kata Gus Ipul, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Gus Ipul, teknologi tersebut membuat proses pelayanan peserta menjadi lebih presisi. Panitia berharap penggunaan teknologi dapat mengurangi antrean sekaligus mencegah persoalan administrasi selama pelaksanaan muktamar.

“Insya Allah kalau semua disiplin dan tertib, tidak akan ada antrean. Nyaman dan juga presisi karena semuanya sudah sesuai dengan data,” ujarnya.

Persiapan Muktamar Final

Selain sistem registrasi, persiapan teknis Muktamar ke-35 NU kini memasuki tahap akhir.

Gus Ipul memastikan akomodasi peserta telah disiapkan. Tempat-tempat persidangan juga telah tersedia. Begitu pula berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Akomodasi peserta sudah siap, tempat-tempat sidang sudah siap, berbagai fasilitas yang dibutuhkan muktamar juga semuanya telah siap,” katanya.

Muktamar ke-35 memiliki arti khusus bagi Nahdlatul Ulama. Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi muktamar pertama NU di abad kedua. Lebih dari itu, muktamar kembali digelar di Jombang. Kota ini merupakan tanah kelahiran para pendiri NU.

Gus Ipul bilang, kembalinya muktamar ke Jombang memiliki makna historis dan spiritual bagi warga Nahdliyin.

“Inilah awal abad kedua Nahdlatul Ulama. Muktamar kembali ke pangkuan muassis, kembali ke pangkuan para pendiri Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 27 Agustus 2026 sore.

Sementara registrasi peserta dan pengambilan ID Card bagi utusan PWNU, PCNU, dan PCINU mulai dilayani Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Pelayanan registrasi dipusatkan di kompleks Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum. Dengan dukungan teknologi chip dan AI, panitia berharap seluruh rangkaian muktamar berlangsung lebih tertib. (*)

(Ruslan Sangadji)