Imam Shamsi Ali merupakan Presiden Nusantara Foundation, organisasi yang menginisiasi pendirian Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut, Amerika Serikat
PALU, KAIDAH.ID – Ulama Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat, Dr. Imam Shamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., menjelaskan pentingnya pemahaman agama yang mendalam, pemikiran rasional, dan keteladanan dalam mendorong perkembangan peradaban Islam di tingkat global.
Hal tersebut disampaikan Imam Shamsi Ali saat menjadi narasumber kuliah tamu bertajuk “Perkembangan Peradaban Islam di Dunia Global” di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 16 Oktober 2016.
Kegiatan tersebut dibuka Rektor UIN Datokarama, Prof. Dr. KH. Lukman S. Thahir, M.Ag., dan diikuti kalangan akademisi serta mahasiswa.
Islam dan Tantangan Pemikiran Rasional
Dalam pemaparannya, Imam Shamsi Ali menjelaskan, Islam memiliki ajaran yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Ketentuan dan adab dalam Islam mengatur hubungan manusia dengan Allah, sekaligus interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menerangkan, Islam sebagai agama yang memiliki landasan rasional. Namun, tantangan yang masih dihadapi umat Islam adalah bagaimana mengembangkan pola pikir rasional, dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.
Menurutnya, kemajuan peradaban Islam tidak cukup hanya ditopang oleh pemahaman terhadap ajaran agama secara normatif. Umat Islam juga perlu mengembangkan pemikiran terbuka dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks dakwah, Imam Shamsi Ali mengingatkan pentingnya keteladanan seorang dai. Pesan keagamaan yang disampaikan melalui ceramah, harus sejalan dengan perilaku dalam kehidupan nyata.
Dengan demikian, seorang dai tidak hanya menyampaikan ajaran agama secara lisan, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat melalui sikap dan perbuatannya.
UIN Datokarama Teguhkan Moderasi Beragama
Sementara itu, Rektor UIN Datokarama, Lukman S. Thahir, menegaskan komitmen kampusnya dalam mengembangkan moderasi beragama, dan membangun lingkungan pendidikan yang inklusif.
Menurut Lukman, UIN Datokarama memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang agama, untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa membedakan keyakinan.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pemberian ruang bagi mahasiswa non-Muslim, untuk memperoleh pembinaan dan penguatan keimanan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
Ia menjelaskan, kampus menghadirkan pendeta untuk memberikan pembinaan kepada mahasiswa Kristiani sebagai bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama.
Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan akademik yang harmonis, menghargai keberagaman, serta menjadikan kampus sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang agama dan budaya.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, UIN Datokarama memperluas ruang diskusi akademik mengenai perkembangan Islam di dunia, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya dialog, keterbukaan, dan kehidupan beragama yang harmonis.
Kiprah Imam Shamsi Ali di Amerika Serikat
Imam Shamsi Ali merupakan ulama asal Tanah Toa, Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan dialog antarumat beragama di Amerika Serikat.
Ia juga menjabat sebagai imam besar di Islamic Cultural Center of New York dan memimpin Jamaica Muslim Center di New York.
Selain itu, Imam Shamsi Ali merupakan Presiden Nusantara Foundation, organisasi yang menginisiasi pendirian Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut, Amerika Serikat.
Melalui kiprahnya di bidang dakwah dan dialog antaragama, ia ikut mendorong komunikasi lintas keyakinan serta upaya membangun kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan