Mau Sehat? Ikuti Tips dari dr. Zaidul Akbar

  • Bagikan
dr. Zaidul Akbar | Foto: tangkapan layar

LAPAR ITU adalah elemen pertama dalam kedisiplinan diri setiap orang. Siapa yang bisa mengontrol lapar maka bisa mengintrol yang lain.

Setiap orang yang lapar pasti harus makan agar bisa kenyang. Oleh karena itu, agar bisa sehat, dr Zaidul Akbar mengatakan seperti yang dilansir Youtube Channel Dakwah Ayat, waktu makan terbaik adalah saat matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam.

“Di situ kita diberi kelapangan untuk makan tapi jangan berlebihan. Jadi, waktu yang terbaik untuk makan adalah di saat matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam,” kata dr. Zaidul Akbar.

Menurut dr Zaidul Akbar, waktu makan terbaik itu adalah saat hormon lapar lagi tinggi-tingginya. Makan itu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita, bukan agar kita kenyang saja.

“Mudah-mudahan tips ini bisa kita gunakan,” kata dr. Zaidul Akbar.

Cara makan seperti ini, menurut dr Zaidul Akbar, dapat mengobati berbagai penyakit. Kalau pengen sehat, jangan makan malam.

“Rasulullah tidak makan setelah Isya. Beliau tidur setelah Isya dan itu cara membakar lemak terbaik cara Rasulullah. Maka jangan heran, Rasululah itu perutnya six pack,” kata dr. Zaidul Akbar.

dr. Zaidul Akbar mengatakan, secara umum setiap orang dapat menyontohi Rasulullah. Karena Rasulullah itu Alquran berjalan. Seandainya di zaman Nabi itu ada cilok atau cireng, pasti Rasulullah tidak akan makan itu.

Semua orang pasti makan, tapi kata dr. Zainul Akbar, banyak orang yang tidak tahu apa yang harus dia makan. Makanan yang kita makan itu hanya dua, bisa menjadi bibit penyakit atau untuk sehat.

“Jika disuguhi buah dan gorengan, maka pilihlah buah. Kalau mau makan pakai nafsu, makanlah gorengan. Nah dari sinilah kita tahu membedakan mana yang harus kita makan,” kata dr Zaidul Akbar.

Sekarang, kata dr. Zaidul Akbar, jangan heran kalau banyak yang menderita penyakit auto imun, karena cara makan yang salah.

“Mulai sekarang, hindari semua makanan yang diolah. Kalau makan bakso, boleh tapi sekali-sekali, jangan menjadi candu,” ujarnya. *

  • Bagikan