PALU, KAIDAH.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan pendidikan politik bagi kalangan pemilih pemula, di Sekretariat Partai Golkar, Palu, Sabtu , 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis partai dalam meningkatkan kesadaran politik generasi muda menjelang Pemilu 2029.

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan tersebut menyasar 100 orang peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas seniman dan budayawan di Kota Palu dan sekitarnya.

Ketua Harian Partai Golkar, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan pentingnya menekan angka apatisme politik di kalangan anak muda. Menurutnya, jumlah pemilih pemula yang besar pada Pemilu 2029, harus diimbangi dengan pendidikan politik yang memadai, agar mereka dapat menggunakan hak pilih secara bijak.

“Perlu adanya penguatan kepada pemilih pemula, agar tidak apatis terhadap politik. Golkar mengambil peran ini, agar mereka nantinya mampu berpartisipasi aktif dan bijak dalam menggunakan hak pilihnya,” ujar Lia, sapaan akrab Imelda Liliana Muhidin, saat membuka kegiatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Partai Golkar, Arifin Sunusi, mengatakan pendidikan politik merupakan bagian dari tanggung jawab partai, dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini kami rancang agar peserta memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya suksesi kepemimpinan melalui Pemilu yang demokratis,” jelas Arifin.

Dalam keterangan resmi Wakil Ketua Bidang Informatika, Media dan Penggalangan Opini Golkar Sulteng, Farid Dj Nasar disebutkan, untuk memberikan materi yang komprehensif, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka di antaranya Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Rektor UIN Datokarama Prof. Lukman Tahir, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Prof. Dr. Sahrul Saehana, serta pengamat ekonomi dan pendidikan Yunan Lampasio.

Sekretaris Partai Golkar Sulteng, Jemmy Hosan, menambahkan bahwa pendidikan politik bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan insidental, tetapi sudah menjadi kewajiban partai politik sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Ini sudah menjadi agenda rutin partai. Sesuai ketentuan perundang-undangan, partai politik berkewajiban melaksanakan pendidikan politik bagi masyarakat, termasuk bagi pemilih pemula,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA itu, diharapkan mampu membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai sistem demokrasi, sehingga dapat menjadi pemilih yang kritis dan cerdas pada kontestasi politik mendatang. (*)

(Ruslan Sangadji)