Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk menjadikan pertanian modern sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru. Dimulai dari komoditas seperti jamur, langkah menuju pertanian yang lebih produktif, berdaya saing, dan berorientasi ekspor kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan target yang dapat diwujudkan

DI SEBUAH KAWASAN PERTANIAN MODEREN di Provinsi Hainan, Tiongkok, ribuan baglog jamur tersusun rapi di dalam ruang budidaya berteknologi tinggi. Cahaya biru menyala lembut, menggantikan sinar matahari yang biasa menembus sela-sela pepohonan di hutan. Bukan sekadar lampu, tetapi itu adalah teknologi pencahayaan spektrum biru, yang dirancang untuk meniru habitat alami jamur sehingga menghasilkan kualitas terbaik.

Di tempat itulah teknologi bertemu dengan alam. Hasilnya bukan hanya panen yang melimpah, tetapi juga produk pertanian bernilai tinggi yang mampu menembus pasar ekspor dunia.

Pemandangan tersebut memberi kesan mendalam bagi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Baginya, keberhasilan Hainan maupun Sichuan bukan sekadar cerita tentang budidaya jamur, melainkan bukti bahwa inovasi mampu mengubah wajah pertanian menjadi sektor yang modern, produktif, dan menguntungkan.

“Kemajuan budidaya jamur di Sichuan menjadi inspirasi bagi kita. Dengan pemanfaatan teknologi modern, termasuk pencahayaan spektrum biru yang meniru kondisi alami di bawah tegakan pohon, kualitas jamur yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Produksinya yang sangat besar, dengan sebagian besar mampu menembus pasar ekspor, membuktikan bahwa inovasi dan teknologi adalah kunci dalam membangun sektor pertanian yang maju dan berdaya saing,” kata Gubernur Anwar Hafid saat melakukan kunjungan kerja di Tiongkok, Jumat, 23 Juli 2026.

Menurut Guberur Anwar, Sulawesi Tengah memiliki modal yang tidak kalah besar untuk mengembangkan industri jamur modern. Kondisi geografis yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta ketersediaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung lahirnya komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Keberhasilan Sichuan bukan sekadar cerita sukses dari negeri seberang, melainkan motivasi kuat bagi Sulawesi Tengah untuk bergerak lebih cepat melakukan modernisasi pertanian. Masa depan pertanian adalah inovasi, dan kita harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budidaya jamur memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Selain permintaan pasar yang terus meningkat, usaha ini tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat dikembangkan oleh kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, hingga rumah tangga.

Berbagai limbah pertanian seperti serbuk gergaji, sekam padi, tongkol jagung, hingga janjang kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai media tanam atau baglog. Dengan pendekatan tersebut, limbah yang sebelumnya kurang bernilai dapat diubah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Pengembangan industri jamur, lanjut Anwar, juga tidak berhenti pada proses budidaya. Rantai bisnisnya sangat panjang, mulai dari penyediaan bibit, produksi baglog, budidaya, pengemasan, hingga industri pengolahan pangan.

Jamur dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik jamur, abon jamur, bakso jamur, nugget jamur, tepung jamur, hingga bumbu penyedap alami. Hilirisasi inilah yang diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi dibandingkan hanya menjual jamur dalam bentuk segar.

Apabila dikembangkan secara serius, industri jamur modern dinilai mampu menjadi salah satu penggerak diversifikasi ekonomi Sulawesi Tengah. Selain menciptakan lapangan kerja baru, sektor ini juga dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan dan perkebunan.

Membangun Kerja Sama Strategis dengan Hainan

Perhatian Gubernur Anwar Hafid terhadap pertanian modern, sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya telah membangun kerja sama strategis dengan Provinsi Hainan, Tiongkok.

Dalam kunjungan bilateral pada Mei 2026, Anwar Hafid bertemu dengan Gubernur Provinsi Hainan, Liu Xiaoming, untuk membahas berbagai peluang kolaborasi di sektor pertanian tropis, mineral hijau, perdagangan, investasi, kawasan industri, hingga pendidikan.

Menurut Anwar, kesamaan karakter geografis antara Sulawesi Tengah dan Hainan sebagai wilayah tropis menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan.

“Sulawesi Tengah dan Hainan, sama-sama berada di kawasan tropis dan memiliki karakter geografis yang mirip. Ini menjadi modal besar, untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan di bidang pertanian tropis, mineral hijau, perdagangan, investasi, kawasan industri, hingga pendidikan,” katanya.

Selain pengembangan pertanian, kedua pemerintah juga membahas kerja sama di bidang industri benih, teknologi budidaya, perikanan laut, logistik, rantai dingin (cold chain), hingga pembangunan platform produksi dan distribusi bersama guna memperkuat rantai pasok regional.

Kolaborasi tersebut, diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, sekaligus mempercepat hilirisasi berbagai komoditas unggulan Sulawesi Tengah.

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang

Bagi Anwar Hafid, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada investasi dan industri, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, dalam kunjungan ke Hainan, salah satu agenda utama yang dibawa adalah membuka akses pendidikan internasional bagi generasi muda Sulawesi Tengah.

Saat menghadiri League of Tropical Universities Summit, 23 Mei 2026 lalu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan, kerja sama pendidikan menjadi bagian penting dalam hubungan antara Sulawesi Tengah dan Hainan.

“Di Sulawesi Tengah kami memiliki agenda besar pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dengan kolaborasi yang akan tercipta ini, maka anak-anak kami di Sulawesi Tengah akan memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga ke Hainan,” ujarnya.

Komitmen tersebut, sejalan dengan Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sepanjang 2025, program tersebut telah memberikan akses pendidikan tinggi kepada lebih dari 20.000 mahasiswa asal Sulawesi Tengah.

Melalui kerja sama dengan Hainan, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda Sulawesi Tengah, yang memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi bertaraf internasional, sekaligus membawa pulang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun daerah.

Masa Depan Pertanian Dimulai dari Inovasi

Gubernur Hainan, Liu Xiaoming, menyambut baik penguatan hubungan kedua daerah. Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian tropis, perikanan, dan sumber daya alam yang sangat selaras dengan arah pembangunan Hainan sebagai kawasan perdagangan bebas internasional.

Ia berharap kedua daerah dapat memanfaatkan peluang implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, riset, serta pengembangan talenta.

Bagi Sulawesi Tengah, pelajaran terbesar dari Hainan dan Sichuan bukan hanya keberhasilan menghasilkan jamur berkualitas ekspor. Lebih dari itu, kedua daerah tersebut menunjukkan bahwa kemajuan sektor pertanian lahir dari keberanian mengadopsi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk menjadikan pertanian modern sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru. Dimulai dari komoditas seperti jamur, langkah menuju pertanian yang lebih produktif, berdaya saing, dan berorientasi ekspor kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan target yang dapat diwujudkan. (*)

(Ruslan Sangadji)