IMIP menargetkan bantuan kapal dan mesin tersebut, dapat meningkatkan produktivitas usaha perikanan tangkap, serta mendukung pendapatan rumah tangga nelayan di Desa Keurea dan Fatufia
MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menyalurkan enam unit kapal fiber lengkap dengan mesin tempel kepada kelompok nelayan di Desa Keurea dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas perikanan tangkap, sekaligus meningkatkan kapasitas operasional kelompok nelayan di wilayah pesisir sekitar kawasan industri.
Enam kapal yang disalurkan berbahan fiberglass dengan panjang masing-masing 10 meter dan lebar 1,3 meter. Kapal memiliki kapasitas hingga 10 orang dengan daya angkut maksimal 1,5 ton.
Setiap kapal dilengkapi mesin tempel Yamaha 15 PK berkapasitas 246 CC.
“Intervensi dilakukan dengan pengadaan dan distribusi enam unit perahu fiber dan enam unit mesin tempel kepada kelompok nelayan penerima manfaat,” kata Deputy Departemen Head Community Development & CSR PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, Rabu, 30 September 2026.
Laurencia mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Program ini merupakan inisiatif strategis dalam rangka memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas operasional kelompok nelayan,” ujarnya.
Produksi Perikanan Tangkap Morowali Capai 40 Ribu Ton
Sektor perikanan menjadi salah satu aktivitas ekonomi penting masyarakat pesisir Morowali.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat Kabupaten Morowali memiliki 95 desa pesisir dengan 9.495 nelayan, 8.138 armada perikanan, dan 8.626 alat tangkap.
Pada 2025, produksi perikanan tangkap Morowali mencapai 40.225,30 ton. Sementara produksi perikanan budidaya tercatat sekitar 418,31 ton, sehingga total produksi perikanan Morowali mencapai 40.643,61 ton.
Komoditas perikanan tangkap yang dihasilkan nelayan Morowali, antara lain tuna mata besar, cakalang, tongkol krai, baronang, lencam, kakap, kuwe, teri, julung-julung, dan layang.
Data Badan Pusat Statistik Sulteng juga mencatat, produksi perikanan tangkap Morowali pada 2024 mencapai 33.036,899 ton dengan nilai produksi sekitar Rp775,74 miliar.
Penerima Bantuan Diverifikasi
Menurut Laurencia, kelompok penerima bantuan telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan.
Penetapan kelompok penerima mempertimbangkan kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen untuk mengelola dan merawat bantuan.
Selain menyerahkan kapal dan mesin, IMIP memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kepada penerima manfaat. Pelatihan dilakukan bersama tenaga teknis.
Pelatihan tersebut diharapkan membuat bantuan dapat digunakan secara optimal sekaligus terawat dalam jangka panjang.
Dorong Produktivitas Nelayan
IMIP menargetkan bantuan kapal dan mesin tersebut, dapat meningkatkan produktivitas usaha perikanan tangkap, serta mendukung pendapatan rumah tangga nelayan di Desa Keurea dan Fatufia.
Dengan dukungan armada yang lebih memadai, kelompok nelayan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Perusahaan juga akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan kapal, dan perkembangan aktivitas kelompok nelayan.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan lanjutan, termasuk pelatihan teknis dan pemeliharaan peralatan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Community Development dan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri,” tandas Laurencia. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan