Dampak Lelah Terhadap Emosi

  • Bagikan
Ilustrasi | Foto : Unsplash Stria SP

Telah disebutkan, manusia adalah ciptaan paling sempurna yang membedakannya dari makhluk lainnya. Manusia mempunyai hubungan antarmanusia dengan tuhan (Allah) seperti beribadah, puasa, dan lain lainnya.

habluminanas hubungan antarmanusia, karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antarsatu dengan yang lainnya. Manusia juga tidak bisa dipisahkan antar jasmani dan rohaninya. Jasmani dan rohani harus berjalan beriringan. Ketika ke dua aspek tersebut berjalan bersamaan, maka manusia dapat disebut insan kamil.

Namun manusia mempunyai batasan-batasan, karena yang sempurna hanyalah Allah SWT. Ketika seseorang sangat Lelah dalam bekerja, ia akan mudah sekali emosi, karena kondisi jasmaninya yang Lelah membuat dirinya tidak dapat mengendalikan emosinya. Emosi merupakan bentuk ekspresi dari konflik batin yang diutarakan melalui tingkah perilaku dalam bertindak.

Saat seseorang terlalu Lelah bekerja, kondisi emosionalnya sangat tidak stabil dan sensitive, yang menimbulakn emosi melalui tindakan. Seperti sebuah kasus, ketika seseorang telah bekerja seharian dan kondisi fisiknya yang lelah, ketika ada seseorang yang bertindak  sebenarnya tidak kasar, malah diangap kasar. Itu terjadi, karena kondisi fisiknya yang lelah sehingga hatinya tidak stabil dan timbullah emosi yang di dorong oleh alam bawah sadarnya, membuat ia marah-marah dan berperilaku kasar.

Istilah dorongan bawah sadar atau ketidaksadaran, mengacu pada salah satu teori utama dalam psikologi kepribadian, yakni teori psikoanalisis yang dimotori oleh Sigmund Freud. Tokoh psikoanalisis ini berpandangan, kepribadian manusia didominasi oleh ketidaksadaran. Ia bahkan mengatakan, kesadaran hanya merupakan bagian kecil dari struktur kepribadian manusia, sementara yang dominan adalah ketidaksadaran. Kesadaran adalah apa yang terlihat di permukaan, sementara ketidaksadaran adalah apa yang ada di bawah permukaan yang begitu luas (Feist & Feist, 2008; Hall & Lindzey, 2000). 

Teori cannon-bard menyebutkan, semua stimuli emosional menghasilkan pola-pola aktivitas simpatik yang secara umum sama. Yang mempersiapakan  organisme, yang bersangkut untuk bertindak (misal detak jantung yang meningkat, tekanan darah yang naik, dilasi pupil aliran darah yang meningkat, respirasi meningkat dan pelepasan epirefim dan nonepinefrin yang meningkat dari medulla adrenal).

 Emosi juga menimbulkan ekspresi yang berupa mimik muka. Kebanyakan dari kita, ketika sedang marah, muka kita memerah dan raut wajahnya berubah drastic. Ketika seseorang telah mencapai amarah yang paling tinggi, ia akan menangis.

Tetapi Ketika seseorang emosi, yang paling besar adalah Ketika seseorang tidak menegur atau menghiraukan orang lagi. Ia memilih diam, tidak berbicara dan tidak menghiraukan. Setiap orang berbeda-beda dalam menyampaikan emosinya. Ada yang berprilaku kasar, dan ada juga yang memilih untuk diam

Pada surat Ali-‘Imran ayat 159 dinyatakan: Nabi Muhammad memiliki akhlak yang lemah lembut dalam mendekati umat manusia. Di mana akhlak tersebut tidak lain adalah suatu hasil pendidikan Allah terhadap Nabi Muhammad. Dan oleh karena itulah, Nabi Muhammad dihadiahkan Allah sebagai rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam.

Untuk menyikapi emosi yang ada, kita sebaiknya meneladani sifat Nabi yang menjadi teladan bagi kita semua. Ketika kita sudah mempelajari dengan baik, kita akan mudah mengatur emosi. *

Penulis: Sia Sintya, Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

  • Bagikan