Rabu, 24 Juli 2024

Serahkan Bantuan Yayasan Care Peduli, Gubernur Bilang Siap Ambil Risiko untuk Perbaiki Masyarakat

SERAHKAN BANTUAN - Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura saat menyerahkan bantuan yang diinisiasi oleh Yayasan Care Peduli yang bekerja sama dengan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulteng, di Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Donggala, Rabu, 22 Desember 2021 (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

“Sebagai gubernur, saya harus siap menerima risiko atas setiap keputusan yang saya ambil demi mewujudkan semua program, untuk percepatan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan. Saya selalu bilang, tidak ada gunanya saya menjadi gubernur, kalau tidak memberikan dampak untuk memperbaiki kondisi masyarakat,” tegasnya.

DONGGALA, KAIDAH.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura menyerahkan bantuan Program Pengembangan Mata Pencaharian Komunitas yang Terintegrasi dalam Wadah Pengurangan Risiko Bencana yang diinisiasi oleh Yayasan Care Peduli di Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala,  Rabu, 22 Desember 2021.

Bantuan dari Yayasan Care Peduli yang diserahkan oleh Gubernur Sulteng tersebut berupa berupa sapi dan kandang penggemukan, sarana produksi kerajinan lokal dari sabuk kelapa dan arang tempurung. Gubernur juga meninjau rumah produksi dan kebun pengembangan rumput pakan ternak sapi.  

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Care Peduli dan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat terdampak bBencana di Kabupaten Donggala.

“Terima kasih Yayasan Care Peduli dan ROA. Tingkat kemiskinannya mencapai 18 persen. Saya berharap dengan program ini, dapat mengurangi jumlah masyarakat miskin itu,” harap Gubernur.

Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulteng telah menanda tangani kesepakatan bersama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan kredit dengan bunga ringan dan tanpa agunan. Jumlah bantuan itu di bawah Rp100 juta per kelompok masyarakat

“Total bantuannya hingga Rp5 triliun. Saya juga sudah laporkan kepada Presiden, jika pihak BRI mempersulit penyalurannya kredit tersebut maka pejabat bank akan mendapatkan sanksi. Saya juga minta agar kredit tersebut  jangan hanya dinikmati pengusaha besar saja.” Tegas Gubernur Cudy, sapaan akrabnya.