Kehadiran rute IMIP-Palu sekaligus melengkapi konektivitas penerbangan khusus dari kawasan industri tersebut dengan sejumlah kota penting, yakni Manado dan Jakarta

MOROWALI, KAIDAH.IDHead of Media Departemen PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan, Bandara Domestik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan bandara privat, yang digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan-perusahaan yang berada di dalam kawasan industri IMIP.

“Bandara tersebut bukan merupakan bandara umum yang melayani penerbangan komersial untuk masyarakat luas,” katanya kepada Kaidah.ID, Jumat, 4 September 2026 pagi.

Dia mengatakan, penerbangan yang dilayani bersifat khusus, terutama untuk menunjang mobilitas pekerja, manajemen, mitra usaha, investor, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas operasional di kawasan IMIP.

“Saat ini, Bandara Domestik IMIP melayani sejumlah rute penerbangan khusus, di antaranya IMIP-Palu, IMIP-Manado, dan IMIP-Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” jelas Dedy.

Salah satu rute yang baru dibuka adalah penerbangan dari Bandara Domestik IMIP menuju Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Aljufri Palu, pada Kamis, 3 September 2026.

Penerbangan perdana rute IMIP-Palu tersebut menggunakan pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 2254. Pesawat berkapasitas 180 kursi itu mengangkut 158 penumpang yang merupakan pekerja IMIP.

Penerbangan tersebut bersifat carter khusus dan menempuh waktu sekitar 45 menit dari Morowali menuju Palu.

Pembukaan rute IMIP-Palu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat konektivitas udara sekaligus mempercepat mobilitas pekerja, manajemen, mitra usaha, investor, dan pihak terkait aktivitas kawasan industri.

Dedy Kurniawan mengatakan, pengoperasian rute tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat konektivitas dan mobilisasi pekerja.

“Sebagai salah satu kawasan industri pengolahan nikel global, IMIP terus memperkuat konektivitas dan mobilisasi pekerja dengan membuka rute penerbangan dari Bandara IMIP ke Palu,” kata Dedy.

Menurutnya, kehadiran rute penerbangan tersebut juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah.

“Kami mendukung peningkatan serapan pajak daerah yang lebih maksimal dengan hadirnya rute penerbangan ini,” ujarnya.

Dilengkapi Fasilitas Pendukung

Bandara Domestik PT IMIP berada di bawah naungan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Sultan Hasanuddin, Makassar.

Untuk mendukung pelayanan penerbangan khusus, bandara tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain ruang tunggu, ruang VIP, kafe, toilet umum, serta sistem navigasi AVIS.

Dedy menjelaskan, AVIS merupakan sistem panduan navigasi berbasis visual dan suara yang membantu pilot, khususnya dalam proses pendaratan maupun navigasi taktis.

“AVIS merupakan sistem panduan navigasi berbasis visual dan suara untuk membantu pilot, khususnya saat melakukan pendaratan atau navigasi taktis,” jelasnya.

Menurut Dedy, keberadaan konektivitas udara melalui Bandara Domestik IMIP memiliki arti yang lebih luas bagi Morowali dan Sulawesi Tengah.

Selain mendukung kebutuhan operasional kawasan industri, konektivitas tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas sumber daya manusia dan para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas industri di kawasan IMIP.

Kehadiran rute IMIP-Palu sekaligus melengkapi konektivitas penerbangan khusus dari kawasan industri tersebut dengan sejumlah kota penting, yakni Manado dan Jakarta.

Dengan demikian, Bandara Domestik IMIP tidak hanya menjadi fasilitas penunjang mobilitas internal kawasan, tetapi juga berperan dalam memperkuat konektivitas kawasan industri dengan pusat-pusat ekonomi dan pemerintahan di Indonesia. (*)

(Ruslan Sangadji)