Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, manajemen PT IMIP saat ini terus melakukan berbagai langkah guna memastikan ketersediaan air tetap mencukupi sebagai penunjang operasional industri

MOROWALI, KAIDAH.ID – Fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi cuaca lebih kering dan berkepanjangan, berdampak terhadap ketersediaan air di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Head of Media Department PT IMIP, Dedy Kurniawan, kepada kaidah.ID, Jumat, 4 September 2026 pagi, mengatakan ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberlangsungan operasional industri di kawasan tersebut.

Menurutnya, sejumlah fasilitas industri di kawasan IMIP menggunakan air dalam proses produksinya. Sumber daya air juga menjadi salah satu penunjang utama operasional sejumlah fasilitas, termasuk smelter High Pressure Acid Leach (HPAL), pabrik produksi kokas, hingga kebutuhan pendukung pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Secara umum, air sangat penting sebagai penunjang bagi keberlangsungan operasional industri di kawasan PT IMIP secara keseluruhan,” kata Dedy.

Ia menjelaskan, kondisi El Nino yang menyebabkan penurunan potensi curah hujan, juga memengaruhi debit air sungai di wilayah Kecamatan Bahodopi dan sekitarnya.

Dampak tersebut kemudian berpengaruh terhadap potensi produksi industri di kawasan IMIP.

“Ditaksir dari keseluruhan operasional industri di IMIP, El Nino mengakibatkan penurunan potensi produksi hingga sekitar 30–40 persen,” ujarnya.

Masih Bisa Dikendalikan

Meski terjadi penurunan potensi produksi, Dedy menegaskan kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan penghentian maupun pengurangan operasional pabrik secara keseluruhan.

Menurut dia, berbagai kendala akibat gangguan iklim, masih dapat dikendalikan oleh manajemen sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap keberlangsungan aktivitas industri maupun kesejahteraan pekerja.

“Dampak dari El Nino tahun ini tak sampai menghentikan ataupun pengurangan operasional pabrik. Kendala dari ekses gangguan iklim masih dapat dikontrol tanpa berimbas lebih besar bagi kesejahteraan pekerja,” jelasnya.

Langkah Antisipasi

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, manajemen PT IMIP saat ini terus melakukan berbagai langkah guna memastikan ketersediaan air tetap mencukupi sebagai penunjang operasional industri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pendayagunaan sumber-sumber air baru yang berada di sekitar kawasan industri.

Dedy mengatakan upaya tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan operasional industri di tengah kondisi cuaca yang lebih kering.

“Manajemen kami tengah berupaya mempercepat pendayagunaan sumber-sumber air baru dari lokasi sekitar,” tandasnya. (*)

(Ruslan Sangadji)