“Terima kasih, bahwa semua cerita yang baik, akan selalu punya tempat di hati kami,” kata Emilia Bassar.

MOROWALI, KAIDAH.ID – Sebanyak 12 jurnalis asal Sulteng dan nasional, berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Karya Jurnalistik IMIP 2026 yang digelar dalam rangka memperingati 13 tahun berdirinya PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Penghargaan tersebut diberikan dalam empat kategori, yakni Media Online Nasional, Media Online Lokal, Media Cetak, dan Foto Jurnalistik.

Untuk kategori Media Online Nasional, Juara 1 diraih Tatang Budimansyah dari iNewsPurwakarta.id, Juara 2 S Jumar Sudiyana dari SONORA.ID, dan Juara 3 Aulli Reza Atmam dari GNFI.

Pada kategori Media Online Lokal, Juara 1 diraih Ruslan T. Sangadji dari Kaidah.Id, disusul Marhum dari Sangalu.com sebagai Juara 2 dan Iwan dari MetroSulteng sebagai Juara 3.

Sementara kategori Media Cetak, Juara 1 diraih Rahmat Kurniawan dari Koran Harian Sulteng Raya. Juara 2 diraih Bambang Arifianto dari Pikiran Rakyat dan Juara 3 Murtalib dari Radar Palu.

Adapun kategori Foto Jurnalistik, Juara 1 diraih Idris Prasetiawan dari Palopopos.fajar.co.id, Juara 2 Kholid dari Pikiran Rakyat, dan Juara 3 Jane Lestari Parabak dari Harian Sulteng Raya.

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, mengatakan terdapat 12 karya terbaik yang ditetapkan sebagai pemenang dalam Anugerah Karya Jurnalistik IMIP 2026.

Menurut Emilia, proses penjurian dilakukan dengan sistem penilaian yang menjaga independensi dan objektivitas juri. Tim juri menilai karya jurnalistik tanpa mengetahui identitas penulis maupun media tempat karya tersebut dipublikasikan.

“Jadi penilaian benar-benar jujur dan obyektif,” kata Emilia.

13 Tahun IMIP dan Tantangan Perubahan

Peringatan 13 tahun IMIP tahun ini mengusung tema “Bersama Menghadapi Perubahan, Konsisten Menjaga Arah.”

Tema tersebut, menggambarkan perjalanan IMIP sejak awal berdiri yang tidak terlepas dari berbagai tantangan dan perubahan.

Yulius Susanto yang mewakili manajemen IMIP mengatakan, berbagai persoalan yang dihadapi selama perjalanan perusahaan akan dihadapi secara bersama-sama.

“Apapun itu masalahnya, akan kita hadapi bersama,” ujarnya.

Ia mengenang kondisi IMIP pada masa awal berdiri. Ketika itu, mencari sekitar 300 orang karyawan saja bukan perkara mudah.

Namun kondisi tersebut berubah seiring dengan perkembangan kawasan industri. Saat ini, jumlah masyarakat yang ingin bekerja di IMIP sangat besar. Bahkan, sekitar 10 ribu orang sedang antre melamar pekerjaan di PT IMIP.

Perubahan itu tidak hanya dirasakan dari sisi perusahaan dan tenaga kerja, tetapi juga oleh masyarakat yang menjalankan usaha di sekitar kawasan industri.

Salah satunya Nursiah, penjual nasi kuning di Bahodopi. Dia menceritakan bagaimana perkembangan aktivitas industri ikut memberikan perubahan terhadap usaha yang dijalankannya. Saat pertama kali berjualan, ia hanya mampu menjual sekitar 10 kilogram nasi kuning dalam sehari.

Jumlah tersebut kemudian terus meningkat hingga mencapai sekitar 60 kilogram per hari. Peningkatan usaha itu memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarganya.

“Saya bisa bangun rumah papaku, bisa sekolahkan anak, bisa kasih kuliah anakku,” katanya.

Apresiasi untuk Insan Pers

Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT IMIP juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Emilia Bassar menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis, yang terus menjalankan tugas menyampaikan informasi secara jujur, kredibel dan independen.

“Terima kasih insan pers atas tugas mulianya menyampaikan informasi yang jujur, kredibel dan independen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan terhadap karya-karya jurnalistik, yang mengangkat berbagai cerita dan realitas di sekitar kawasan industri.

“Terima kasih, bahwa semua cerita yang baik, akan selalu punya tempat di hati kami,” kata Emilia Bassar. (*)

(Ruslan Sangadji)