BOGOR, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, dua Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah dipecat. Langkah tegas tersebut dilakukan oleh Menteri PU Dody Hanggodo sebagai bagian dari upaya pembenahan internal di lingkungan kementerian.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo, dalam wawancara bersama sejumlah tokoh nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor.

Prabowo menilai, sejumlah menteri di kabinetnya mulai menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan, termasuk dengan mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang dinilai melanggar aturan.

“Saya lihat di beberapa menteri saya sudah mulai berbenah. Ada orang yang kelihatan soft, tapi dia tegas. Ada dirjen-dirjen yang nakal langsung dipecat. Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang Dody, orangnya baik, tapi kalau mau main-main, dia pecat dua dirjen,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, pemerintahannya tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik-praktik menyimpang di tubuh birokrasi. Ia mengingatkan seluruh pejabat di berbagai lembaga negara untuk segera berbenah.

“Semua institusi negara harus dibersihkan. Saya sudah sampaikan ke semua kawan-kawan di lembaga, bersihkan dirimu, atau nanti akan dibersihkan,” tegasnya.

Dari informasi yang diperoleh, dua Dirjen di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dipecat/mundur terkait temuan kerugian negara oleh BPK senilai hampir Rp1-3 triliun adalah Dewi Chomistriana (Dirjen Cipta Karya) dan Dwi Purwantoro (Dirjen Sumber Daya Air). Keduanya terkait indikasi pelanggaran disiplin berat dan gratifikasi. (*)

(Ruslan Sangadji)