Tahun ini, PT IMIP mengusung tema Embracing Diversity. Tema tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh penghuni kawasan industri. IMIP ingin keberagaman menjadi kekuatan. Bukan menjadi pembeda
MOROWALI, KAIDAH.ID – Semangat kemerdekaan terasa kuat di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Senin, 17 Agustus 2026 pagi itu, kawasan industri nikel tersebut dipenuhi nuansa Merah Putih.
Para karyawan berkumpul. Jajaran manajemen hadir. Perwakilan tenant dari berbagai perusahaan ikut ambil bagian. Satgas PAM Obvitnas dari unsur TNI dan Polri juga turut hadir. Begitu pula personel PT Morowali Security Service (MSS).
Mereka bersama-sama mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat.
Head of External Affairs PT IMIP sekaligus Direktur PT MSS, Thomas Deni Bintoro, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara teks Proklamasi dibacakan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid PT IMIP, Djoko Suprapto.
Detik-detik pengibaran Merah Putih menjadi salah satu momen utama. Tim Paskibraka menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bendera Merah Putih perlahan naik. Lagu-lagu kebangsaan kemudian berkumandang.
Suasana semakin semarak ketika lagu daerah Bungku ikut dimainkan. Paduan Suara Seni dan Olahraga dari mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (PILM) tampil membawa warna tersendiri.
Perbedaan latar belakang seolah menyatu dalam satu perayaan. Satu tempat. Satu semangat. Indonesia.
Thomas Deni Bintoro mengapresiasi pelaksanaan upacara tahun ini. Menurutnya, seluruh rangkaian berjalan sukses sesuai harapan bersama. Namun perayaan kemerdekaan di IMIP tidak berhenti pada upacara.
Berbagai kegiatan turut digelar. Lomba tradisional menjadi bagian dari kemeriahan. Ada balap karung. Tarik tambang. Bakiak. Engrang. Balap balok. Hingga lomba menggiring bola menggunakan corong. Ada pula fashion show berbahan daur ulang limbah. Kreativitas menjadi bagian dari perayaan. Semangat kebersamaan juga semakin terasa.
Sementara itu, kompetisi art and culture telah berlangsung sejak Juli 2026. Pesertanya mengikuti berbagai perlombaan. Mulai dari nyanyi duet. Vokal grup. Hingga tari kreasi. Rangkaian kegiatan juga diramaikan bazaar kuliner UMKM.
Tahun ini, PT IMIP mengusung tema Embracing Diversity. Tema tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh penghuni kawasan industri. IMIP ingin keberagaman menjadi kekuatan. Bukan menjadi pembeda.
Di kawasan industri yang dihuni pekerja dari berbagai daerah dan latar belakang, semangat kebersamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.
“Bagi IMIP, Hari Kemerdekaan menjadi momen untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan, sekaligus mengingatkan kita untuk terus berjuang dan semangat dalam berkarya,” ungkap Yulius.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan. Kemerdekaan harus memberi arti. Harus menghasilkan karya. Dan harus membawa manfaat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, memberikan manfaat bagi bangsa dan negara Indonesia, serta bersama-sama berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas,” tegasnya.
Yulius juga menegaskan komitmen IMIP untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Semangat itu sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Di IMIP, keberagaman menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Beragam daerah. Beragam budaya. Beragam profesi. Namun memiliki tujuan yang sama: Berkarya untuk Indonesia. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan